LINGKUNGAN,HIJAU,SEHAT,DAMAI,BERSIH,NYAMAN
Universitas Negeri Semarang (Unnes) sekarang benar-benar hijau dan tidak salah disebut sebagai Universitas Konservasi, bahkan yang pertama di Indonesia. Sebutan Universitas Konservasi lebih lengkap setelah pada tanggal 12 Maret 2010 dilakukan Pengukuhan Unnes sebagai Universitas Konservasi oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. DR. Ir. Moh. Nuh.
selengkapnya...Unnes Semarang Pelopor Kampus Konservasi. Sebab, kampus pun jangan hanya terpaku terhadap pembangunan pisik saja, atau pembangunan gedung tetapi dampak pemanasan global merupakan kebutuhan kalangan kampus dalam menciptakan kampus yang ijo ro-yoroyo. Kampus Konservasi adalah kampus yang mampu membuat, menjaga, dan memperbaiki ekosistem di dalamnya, kampus yang mampu melestarikan flora dan fauna langka di kawasannya (Jawa Tengah), kampus yang ramah lingkungan, serta kampus yang mampu membawa warganya untuk mencintai lingkungan. Usaha Unnes menjadi kampus konservasi diharapkan membuka jalan menuju kampus yang sehat.
selengkapnya...SBY Instruksikan Pelestarian Hutan Bakau di Atas Perahu Karet
selengkapnya...
Indonesia telah melamar untuk bergabung dengan program Bank Dunia untuk membantu negara-negara berkembang melawan pemusnahaan lahan hutan (deforestasi) dengan menjual kredit karbon yang dapat diperjualbelikan.
Perusahaan-perusahaan, negara dan badan-badan yang pedulu dengan iklim internasional bekerja keras untuk memungkinkan negara-negara berkembang untuk menjual beberapa kredit karbon dengan persyaratan negara tersebut menggalakkan program pelestarian hutan dan pelarangan pemusnahaan lahan hutan (deforestation ), yang bertanggung jawab untuk sekitar 20% dari global emisi gas rumah kaca. Bank Dunia mencanangkan dana sekitar US $ 300 juta sebagai wujud dana Kemitraan Karbon Hutan yang dirancang untuk meletakkan dasar bagi sebuah perjanjian internasional.
Program ini sudah diikuti oleh 25 negara, tetapi Indonesia, sebagai negara penghasil emisi gas rumah kaca di dunia ketiga terbesar, masih mengukuhkan kehendaknya untuk bergabung sampai akhirnya bergabung pada Februari 2009. Bank Dunia memperkirakan Indonesia dapat memperoleh penghasilan antara US $ 400 juta sampai $ 2 milyar dari penjualan kredit karbon untuk melindungi hutan.
Sumber : Nature News
Usaha, Cara & Metode Pelestarian Hutan Agar Tidak Gundul dan Rusak Akibat Eksploitasi Berlebih Demi Melestarikan Lingkungan
selengkapnya...Peserta Diklat Prajabatan Menanam Pohon Mangrove
selengkapnya...Siswa Sekolah Dasar Tanam Pohon Di Pinggir Pantai Desa Nagalawan Sergai
selengkapnya...UNIVERSITAS KONSERVASI MENJAWAB MASA DEPAN
selengkapnya...CARA MELESTARIKAN ALAM DENGAN BIOGAS
selengkapnya...SALAH SATU PENYEBAB KERUSAKAN ALAM ADALAH TANGAN -TANGAN MANUSIA
selengkapnya...ENERGI BIOGAS SEBAGAI PENGGANTI BBM
selengkapnya...Copyright © 2013 ENHAYE 085640605576 · All Rights Reserved